Selasa, 13 Desember 2011

Mahasiswa Unissula Aksi Menuntut Ke Polda Jateng atas Tindak Represif Aparat

SEMARANG, KOMPAS.com -




Ratusan mahasiswa dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mendatangi Kantor Kepolisian Daerah  Jawa Tengah di Kota Semarang, Selasa (13/12/2011). Mereka berunjuk rasa menuntut polisi meminta maaf atas aksi kekerasan, saat peringatan Hari Antikorupsi pada 9 Desember lalu.
Aksi tersebut merupakan buntut dari sejumlah polisi yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa Unissula, antara lain Habib Hidayat, Tefur Rohman, Ali Subkhan, Khoirul Anwar, dan Kiwil.
Menurut versi mahasiswa, pada saat akan berjalan menuju Kantor DPRD Jateng mereka dihadang polisi yang lalu membubarkan aksi unjuk rasa tersebut.
Peristiwa terjadi bersamaan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Hari Antikorupsi di Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah.
Kedatangan Presiden di Kota Semarang mengharuskan aparat keamanan mensterilkan sejumlah lokasi, seperti Kantor DPRD Jateng, yang menjadi lokasi unjuk rasa mahasiswa.
Dalam aksi unjuk rasa hari ini, para mahasiswa berteriak agar polisi yang diwakili Kaploda Jateng, meminta maaf atas peristiwa kekerasan itu.